BAGAIMANA SEORANG PEMIMPIN BERPERAN SEBAGAI COACH?

Kepemimpinan adalah sebuah proses mempengaruhi. Setiap kali Anda berusaha mempengaruhi perilaku dan mengajak seseorang untuk bergerak mencapai suatu tujuan, itu artinya Anda terlibat dalam kepemimpinan. Hal ini berlaku pada semua peran maupun profesi yang Anda jalani. Apakah Anda seorang politikus, orang tua, CEO, guru, manajer, atau tokoh masyarakat. Di sinilah letak penting Leaders Coach sebagai pendekatan yang efektif untuk menggerakkan orang dari ketergantungan menjadi kemandirian dalam mengejar suatu tujuan. Jika kita pahami, menjadi seorang coach juga merupakan salah satu bentuk kepemimpinan. Beberapa orang mungkin memiliki pendapat yang berbeda tentang hal ini. Bahwa coach berperan memfasilitasi atau membimbing, bukan memimpin. Tapi mari kita cermati lagi, bukankah sebenarnya coaching dan kepemimpinan berjalan seiring?

Menurut saya, Anda tidak dapat memimpin orang, jika Anda tidak mengetahui ke mana Anda akan mengarahkan mereka. Kepemimpinan adalah tentang bergerak ke suatu tujuan. Jika Anda tidak tahu ke mana Anda akan pergi, kepemimpinan Anda tentu menjadi tidak bermakna. Nah, setelah seseorang tahu ke mana tujuannya, langkah selanjutnya adalah implementasi (atau proses ‘menuju’). Hal ini melibatkan aktifitas membantu orang tersebut hidup sesuai dengan visi dan arah. Pemimpin memimpin dengan menetapkan tahapan yang relevan dengan visi dan arah yang ingin dituju. Pemimpin juga berupaya mendekatkan orang pada tujuannya. Inilah inti dari coaching for implementation. Pada titik itu, pemimpin atau coach bergeser dari mengarahkan menjadi melayani timnya dengan membimbing, mendukung, dan menyemangati sesuai kebutuhan mereka. Para coach saat ini sejatinya adalah servant leaders atau pemimpin yang melayani.

Di berbagai organisasi atau perusahaan telah banyak dikembangkan paradigma dan gerakan yang memberikan penghargaan lebih pada makna dan harkat manusia. Pengembangan SDM kini memiliki porsi kedudukan yang setara dengan kinerja. Artinya, individu atau pegawai saat ini tidak hanya dituntut kinerjanya, namun juga mendapatkan hak untuk dikembangkan.

Dalam organisasi atau perusahaan, kita harus melihat ke dalam diri kita, juga melihat pada kondisi tim, untuk selanjutnya mendukung mereka dalam melakukan pekerjaan demi mewujudkan visi dan arah yang telah ditetapkan. Kita perlu memberikan apresiasi kepada pencapaian tim, semisal memberikan tepuk tangan penghargaan karena tim mampu menjaga pelanggan tetap loyal. Yang berarti, memberikan keuntungan bagi perusahaan. Sebagai pemimpin, kita menekankan kepada tim bahwa perusahaan sangat menghargai hubungan dengan pelanggan. Perusahaaan menginginkan tim membangun pelanggan yang sangat loyal – yakni pelanggan yang memberikan dukungan dan turut mempromosikan jasa layanan perusahaan. Mengapa ini penting? Ya, karena pelanggan ini secara tidak langsung menjadi bagian dari tenaga penjualan atau pemasaran perusahaan. Nah, untuk dapat membangun pelanggan jenis ini, perusahaan membutuhkan orang-orang atau pegawai yang memiliki komitmen tinggi kepada perusahaan dan bersedia bekerja ekstra untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Jadi ketika tim mampu mencapai target ini, selayaknya kita sebagai pemimpin memberikan apresiasi positif kepada tim.

Mari kita bahas lebih jauh.
Coaching dan kepemimpinan adalah tentang fokus pada hal-hal penting dalam hidup. Apa nilai-nilai kita? Apa yang ingin kita capai? Seorang coach, membantu coachee mencari tahu apa yang ingin ia kerjakan. Coach berbicara tentang masalah apa yang dimiliki coachee, hal apa yang mengganggu coachee, apa yang tidak berhasil dilakukan coachee, bagaimana coachee melihat situasinya, sumber daya apa yang dimiliki coachee. Coach dan coachee bekerja sama memahami hal-hal tersebut dan mengidentifikasi strategi yang dapat membantu coachee mencapai tujuannya.

Sebagai seorang coach, mengetahui apa yang perlu dilakukan hanyalah separuh dari pekerjaannya. Anda juga perlu membawa coachee ke sana, yang berarti mendorong dan memberikan kesempatan coachee untuk membuat action, serta memberikan komitmennya untuk membuat kemajuan atas situasi dan proses mencapai tujuannya. Jika coaching atau kepemimpinan gagal, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Bisa jadi Anda telah melakukan banyak hal di awal untuk mengarahkan coachee ke tujuan dan bahkan membentangkan jalannya, tetapi Anda tidak memberikan peluang kepada coachee untuk menyelesaikan tahapan perkembangannya. Dengan kata lain, Anda menciptakan shortcut (jalan pintas) bagi coachee dengan memberitahu apa yang harus dilakukan coachee, atau bahkan menyiapkan segala sesuatunya untuk coachee. Padahal pada akhirnya, yang penting bukanlah apa yang terjadi saat Anda berada di sana, tetapi apa yang terjadi saat Anda tidak berada di sana. Untuk membuat coachee bergeser dari ketergantungan menjadi mandiri, Anda perlu menggunakan Kepemimpinan Situasional yang mampu meningkatkan komitmen dan kompetensi coachee ke titik di mana ia tidak lagi membutuhkan bimbingan langsung Anda. Tidak sedikit-sedikit mencari atau meminta bantuan Anda ketika ia menemui dan menghadapi tantangan, hambatan, dan kesulitan.

Ada empat level pengembangan yang biasa dihadapi pemimpin di organisasi pada diri timnya. Mari kita bahas satu per satu.
Para pemula atau pegawai baru, umumnya menunjukkan antusiasme dan memiliki komitmen tinggi, tetapi kompetensinya rendah. Mereka ini membutuhkan informasi, keahlian, dan arahan dari pemimpinnya. Namun ternyata tidak berhenti di situ saja. Ada kondisi lain yang mungkin terjadi. Beberapa individu menemui situasi dan tantangan di depan yang lebih sulit daripada yang dibayangkan, dan menjadi Disillusioned Learners (pembelajar yang kecewa). Individu ini memiliki kompetensi yang memadai, tetapi komitmennya rendah. Mereka bergantung pada Anda sebagai pemimpin atau coach untuk berdialog dengan mereka untuk mengatasi permasalahannya. Dengan kata lain, mereka membutuhkan arahan dan sekaligus perhatian ekstra atau perlu dimonitor terus.

Level pengembangan ketiga disebut Capable but Cautious. Pada titik ini, individu dapat mengikuti ‘path’ yang harus dijalaninya dan melihat manfaat yang didapatkannya, tetapi mereka tidak memiliki keyakinan penuh pada dirinya sendiri. Mereka membutuhkan Anda untuk menyemangatinya.
Dan level terakhir adalah Self-Directed Achievers. Individu pada level ini telah paham benar apa yang harus dilakukannya dan hanya membutuhkan Anda untuk mendelegasikan dan mendukung mereka. Pada level ini, individu umumnya sudah matang dan memiliki inisiatif pribadi untuk berkembang. Sebagai pemimpin dan coach, Anda dapat mengambil peran menjaga kestabilan kinerja coachee, memberikan tantangan yang diperlukan, dan menyiapkan diri bila sewaktu-waktu mereka membutuhkan dukungan Anda.

Dibutuhkan kemauan dan tekad yang kuat bagi seorang pemimpin atau coach untuk memenuhi visi dan tujuannya sampai pada titik di mana coachee menjadi Self-Directed Achievers. Kerendahan hati menjadi salah satu kunci penting dalam mewujudkan hal tersebut. Coachee perlu diberikan kebebasan untuk mengembangkan action plan-nya, bahkan menentukan visi dan tujuan yang lebih berkembang lagi. Pada saat itu, Anda perlu membalikkan piramida. Sebagai pemimpin, Anda yang biasanya menetapkan visi dan memberikan arahan, harus siap bergeser peran menjadi motivator, supporter, atau sekedar pemandu sorak. Di sinilah peran Servant Leadership (kepemimpinan yang melayani) masuk. Pemimpin yang melayani, bukan memerintah atau sekedar memberikan instruksi. Pemimpin yang fokus memberi, bukan menerima.

Servant Leader memahami bahwa kepemimpinan bukanlah tentang mereka, melainkan tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu orang lain hidup dan berkembang sesuai dengan visinya. Hal ini tentu hanya bisa dilakukan dengan kerendahan hati. Pemimpin dengan kerendahan hati tidak menganggap dirinya rendah dan tidak memikirkan dirinya sendiri (egois). Mereka tidak menyangkal otoritas yang dimilikinya. Namun mereka juga menyadari bahwa coachee-nya mungkin berkembang jauh melampaui yang apa dipikirkannya, dan itu bukan dari mereka atau karena mereka. Itu semua adalah keberhasilan coachee, tentang coachee. Ini adalah kesempatan Anda menemukan kebijaksanaan dan keterbukaan untuk memimpin dan meng-coaching orang lain sehingga bisa bertumbuh dan berubah sesuai visi dan arah yang diharapkannya.

Perlu Materi Yang Lain?

WE'RE Here To SUPPORT You

Feel free to contact us, and we will be more than happy to answer all of your questions.