Behavioral Event Interview (BEI)

Ketika sebuah organisasi mengalami permasalahan, baik dari segi produktivitas atau lainnya, maka pasti unsur manusia -nya yang akan banyak disorot. Semua analisa dan rencana pun dibuat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Hanya saja, banyak organisasi kemudian salah dalam mengambil solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Seperti misalnya, organisasi terlalu cepat memutuskan untuk membuat suatu PELATIHAN/TRAINING. Pelatihan dengan anggaran yang tidak kecil pun dikeluarkan karena dirasa mampu mengatasi permasalahan yang terjadi dan ternyata?
permasalahan tetap tidak terselesaikan dengan baik dan biaya jutaan rupiah seakan hilang tanpa bekas.

Kenapa ini terjadi? Tentu saja hal ini diakibatkan pemahaman umum yang sering keliru bahwa permasalahan bisa selesai dengan pelatihan, baik pelatihan motivasional, skill atau lainnya. COACHING sebuah metode pengembangan karyawan yang bahkan bisa mendeteksi dan selanjutnya melakukan tindakan preventif bahkan ketika sebuah permasalahan belum terjadi. Dengan hal tersebut, anggaran jutaan rupiah bisa diselamatkan. Lalu bagaimana coaching dapat mendeteksi, mengantisipasi dan mengembangkan karyawan?

Beberapa di antara skill Coaching yang harus dikuasi adalah kemampuan bertanya, mendengarkan, meng-coding, memotivasi serta membuat report untuk data organisasi. Kemampuan bertanya (interview), mendengarkan dan meng-coding serta membuat report untuk rencana tindak lanjut dapat dilakukan dengan salah satu metode interview yang cukup dapat mengukur kompetensi seseorang, yaitu Behavior Event Interview (BEI). BEI adalah sebuah kompetensi yang wajib dimiliki dan dikuasai oleh siapapun yang memiliki bawahan. Mulai dari supervisor, manager hingga posisi strategis di sebuah organisasi.

Behavioral Event Interview (BEI) adalah TEKNIK INTERVIEW yang terstruktur, terarah dan terpola BERBASIS PERILAKU yang bertujuan untuk mencari, mengumpulkan dan menguji setiap BUKTI tentang KOMPETENSI subjek dalam situasi tertentu. BEI sangat akurat dalam mendapatkan data dari subjek calon pengisi jabatan berkaitan dengan kompetensi, tata nilai, kepemimpinan, dan soft competency lain dengan mendalami perilaku yang muncul dalam suatu event aktual yang kritikal (to get behind what people say they do, to find out what they really do). Dalam BEI, interviewer mengajukan  pertanyaan terbuka dan memetakan perilaku subjek dalam situasi di mana Ia harus menunjukkan kompetensi kunci sukses kinerja di posisi yang diberikan. Struktur  BEI menggunakan model STAR: “S”-Situation, “T” – Task, “A” – Action, “R” – Result. Tentu saja validitas dan reliabilitas motode ini kembali kepada kompetensi yang dimiliki oleh manusia nya, untuk itu diperlukan sebuah pelatihan untuk mengasah kompetensi penting ini bagi siapapun yang memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan dan mengelola anggota, anak buah ataupun rekan dan bawahan.

Perlu Materi Yang Lain?

WE'RE Here To SUPPORT You

Feel free to contact us, and we will be more than happy to answer all of your questions.